Step By Step Belajar Sistem Pengereman Pada Mobil

Posted on

MOBILUPDATE.NET – Mobil yang berjalan di jalanan suatu ketika perlu untuk di kurangi kecepatannya dan juga di hentikan, untuk itulah ada sistem rem di dalam mobil yang tujuannya adalah mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan dengan cara menggesekkan komponen yang diam untuk menghambat komponen yang berputar pada roda-roda.

Sistem rem menggunakan media fluida atau minyak rem untuk mengoperasikannya, sistem rem ini memiliki beberapa komponen yang bekerja saling berkaitan dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Untuk tulisan artikel ini kita akan membahas terlebih dahulu garis besar sistem pengereman dan fungsi-fungsi dari masing-masing komponen, selanjutnya untuk cara kerja secara detail per komponen akan kita bahas di tulisan lain serta beberapa teknologi terkini seperti ABS, EBD,BA akan kita bahas di materi lanjutan.

Bagian utama dari sistem pengereman (dasar) seperti gambar di bawah ini

gambar-komponen-sistem-pengereman

Gambar di atas saya pilih karena ini paling sederhana dan mudah untuk di pahami sesuai urutan penjelasannya di bawah ini

  1. Pedal rem, fungsi nya adalah untuk menekan minyak rem ke dalam master silinder rem, di mana tekanan minyak ini akan di bagi ke depan dan belakang selanjutnya di gunakan untuk menggerakkan kampas rem untuk menghentikan putaran roda.
  2. Booster rem, letaknya biasanya di ruang mesin dan lurus dengan pedal rem, fungsi dari booster rem ini adalah untuk mengurangi tenaga yang di keluarkan pengemudi saat menekan pedal rem, booster rem ini memanfaatkan tenaga kevacuman dari saluran masuk mesin untuk menambah tenaga pengereman sehingga ketika pedal rem di tekan tetap ringan.
  3. Master silinder rem, fungsinya adalah mengirim minyak rem ke roda-roda setelah mendapatkan tekanan dari pedal rem, minyak rem akan melewati pipa-pipa dan selang fleksibel untuk sampai di komponen pengereman di roda.
  4. Katup P atau Proportioning valve, komponen ini berfungsi sebagai penyeimbang tenaga pengereman depan dan belakang, saat mobil berjalan gaya terbesar ada di bagian depan sehingga bagian depan ini membutuhkan tenaga yang lebih besar dari pada roda belakang dan katup ini akan bekerja dengan mengurangi tenaga pengereman ke bagian belakang untuk mencegah roda belakang terkunci.
  5. Rem piringan atau rem cakram, biasanya digunakan sebagian besar untuk roda depan kecuali di kendaraan berat seperti truk yang hampir semua menggunakan rem teromol.
  6. Rem teromol atau drum brake, rem ini banyak digunakan di area belakang terutama untuk kendaraan niaga atau van, walapun saat ini sudah banyak yang menggunakan model cakram juga untuk rem bagian belakang.
  7. Tuas rem parkir, rem parkir di gunakan untuk mengunci kendaraan saat sedang parkir, rem parkir ini akan mengunci roda belakang dengan tuas yang di operasikan di sebelah pengemudi, ada juga beberapa model yang menggunakan pedal khusus tetapi yang paling umum adalah mengguanakan tuas karena lebih mudah.

Itulah 7 komponen utama sistem pengereman, setiap komponen di dalam nya akan memiliki komponen-komponen yang lebih kecil, di postingan selanjutnya kami akan membahas setiap komponen secara detail dan juga cara kerjanya, tetapi sebelumnya untuk perlu di ketahui bahwa rem ini secara konstruksi ada 2 yaitu rem cakram dan teromol, kedua fungsinya sama namun secara mekanis berbeda dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Untuk materi selanjutnya klik di bawah ini

BACA DISINI FUNGSI DAN PENGUKURAN PADA PEDAL REM 

Incoming search terms:

  • gambar sistem rem mobil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *