Ulasan Lengkap Fungsi Dan Cara Kerja Busi

Posted on

Mekanisme Pengapian Yang Optimal Pada Busi

Pabrikan selalu menyesuaikan busi yang digunakan untuk setiap mesin pada kendaraan tersebut, kita tidak bisa seenaknya mengganti busi dengan kode yang berbeda dan berfikiran asal masuk pasti pas. Perlu di ketahui bahwa busi harus sesuai dengan tingkat kompresi mesin dan karakteristik dari mesin itu sendiri, banyak kasus terjadi pada orang awam yang tidak paham mengganti busi mobil nya dengan busi lain tanpa mengetahui spesifikasinya asal pasang saja dan akhirnya mesin brebet dan tenaga mesin terasa berkurang.

Busi bisa bekerja dengan baik bila suhu pada elektroda berada pada rentang 450°C sampai 950°C. Bila suhu elektroda berada di bawah 450°C maka akan terbentuk karbon yang di akibatkan dari pembakaran tidak sempurna dan melekat pada permukaan isolasi porselin, dan hal ini akan menyebabkan turunnya tahanan antara isoalasi dengan casing busi, akibatnya ketika tegangan tinggi di berikan ke elektroda tengah akan bergerak ke massa tanpa melalui proses loncatan bunga api sehingga terjadi gagal pengapian, dan inilah yang sering terjadi ketika kita membuka busi kondisi busi penuh kerak karbon bisa jadi busi yang digunakan tidak sesuai, namun bila suhu elektroda bekerja pada rentang suhu yang seharusnya (450°C-650°C) jika ada kerak karbon yang menempel pada porselin akan terbakar dengan sendiri nya dan inilah yang di namakan dengan “ Self Cleaning Temperature” pada busi.

Kondisi sebaliknya bila suhu eletroda lebih dari 950°C maka elektroda tersebut akan membara dan menjadi sumber panas sendiri yang dapat membakar campuran bahan bakar dan udara tanpa terjadi percikan bunga api dan ini di kenal dengan istilah “Pre Iginition” Atau pembakaran awal, akibatnya tenaga mesin berkurang dan sering di sebut dengan knocking atau ngelitik.

Tingkat Panas Yang Terjadi Pada Busi

Busi memiliki kemampuan untuk meradiasikan panas sehingga muncul istilah busi panas dan busi dingin. Busi yang dapat meradiasikan panas lebih banyak di sebut busi dingin karena busi itu selalu dingin sebab memiliki kemampuan melepas panas, sedangkan busi yang sedikit meradiasikan panas di sebut busi panas karena busi itu sendiri tetap panas. Tingkat panas dan dinginnya busi biasanya terletak pada kode yang tertera pada body busi semakin tinggi nomornya semakin besar tingkat panasnya dan semakin dingin pula busi tersebut, di bawah ini adalah gambar kodenya

daftar tabel panas busi

Daftar di atas adalah dari beberapa pabrikan besar busi seperti Denso, NGK, dan Bosch sedangkan pada bagian bawah ada contoh kode busi, angka 16 pada kota hijau adalah tingkat panas busi tinggal disesuaikan dari pabrikan mana semua tertera pada busi, sedangkan angka 11 pada kotak kuning adalah jarak celah busi 11 berarti 1,1 mm.

Saat ini busi yang digunakan pada mobil – mobil baru sudah banyak menggunakan busi iridium, iridum ini adalah lapisan pada elektroda, di bandingkan dengan elektroda pada busi biasa, iridium lebih bagus dan lebih kuat, biasa berbentuk runcing, dengan interval pergantian yang lebih lama sampai 100.000 km tapi harganya juga lebih mahal dari pada busi biasa, kalau soal ukuran busi motor dan mobil jelas beda secara visuak busi motor lebih kecil.

Itulah sedikit ulasan mengenai busi dan segala cara kerja busi, walaupun jauh dari kata sempurna semoga dengan membaca ini anda bisa menambah pengetahuan anda dan mampu menganalisa masalah yang di timbulkan oleh busi yang terjadi pada kendaraan anda. Terima kasih dan silakan di share ke teman anda di social media.

Incoming search terms:

  • cara kerja busi
  • fungsi busi
  • Cara kerja busi motor
  • cara kerja busi pada mesin
  • Fungsi busi da
  • fungsi dan cara kerja indikator bensin mobil
  • laporan tentang busi
  • prinsip kerja busi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *