Electric Fan Dan Manual Fan Pada Pendingin Radiator

Posted on

MOBILUPDATE.NET – Sistem pendinginan pada mobil merupakan salah satu sistem vital pada kendaraan, ketika sistem ini gagal berfungsi tidak hanya akan menyebabkan mesin mengalami overheating saja tetapi jika di biarkan juga akan merusak komponen mesin lainnya seperti kepala silinder yang bisa melengkung.

Pada beberapa komponen sistem pendingin komponen utamanya adalah radiator, radiator ini berfungsi untuk menurunkan temparature air yang dari mesin untuk di dinginkan kembali sebelum masuk ke dalam mesin lagi. Radiator terdiri dari kisi-kisi alumunium yang menjadi penghantar panas keluar, proses pendinginan radiator ini di bantu dengan menggunakan kipas dan juga udara murni yang terjadi saat mobil berjalan hembusan udara dari luar akan membantu proses pendinginan air radiator.

Kipas radiator harus selalu bekerja normal, selain kebocoran rusak nya kipas radiator akan menyebabkan mesin cepat panas, secara konstruksi kipas radiator ini di bagi menjadi 2 yaitu yang di gerakkan dengan mesin dan satunya di gerakkan dengan motor, mari kita bahas di bawah ini

Electrik Fan Radiator ( Kipas Radiator Eletrik)

Hampir sebagian besar mobil saat ini sudah menggunakan model seperti ini, jika dulu mobil niaga masih menggerakkan kipas dari putaran mesin tetapi sekarang sudah menggunakan motor. Mobil-mobil sedan sebelumnya juga sudah menggunakan model fan elektrik semua, terutama yang mobil menggunakan penggerak roda depan. Kipas elektrik ini memiliki keunggulan di bandingkan yang manual (ikut mesin) karena cara kerjanya di kontrol berdasarkan suhu mesin, jika mesin sudah panas kipas bekerja, jika masih dingin tidak bekerja hal ini berguna untuk mempercepat mendapatkan suhu saat mesin baru di nyalakan.

gambar di sebelah ini adalah mesin Altis 2010, jika kita lihat kipas tidak menjadi satu dengan mesin, dan menggunakan kipas elektrik untuk radiatornya

Dengan menggunakan kipas elektrik ini maka, mesin tidak mendapatkan beban tambahan seperti pada model yang masih manual. Motor kipas radiator hanya akan bekerja ketika mesin panas, suhu mesin ini di dapatkan dari water temperature sensor, jadi ketika suhu mesin sudah di anggap panas maka arus listrik akan mengalir ke motor fan dan kipas akan berputar, ketikda temperature mesin sudah turun arus listrik akan di hentikan dan kipas berhenti bekerja.

Manual fan radiator (ikut putaran mesin)

Model ini masih manual menggunakan putaran mesin yang di hubungkan dengan belt untuk mendinginkan radiator, model mobil seperti innova, kijang, panther dan kendaraan niaga pada umumnya menggunakan model seperti ini, di dalam konstruksi kipas model seperti ini akan di pasangkan kopling di dalam konstruksi kipasnya, kopling ini di kendalikan oleh media fluida dimana ketika mesin masih dingin walaupun kipas radiator ini berputar tetapi masih terjadi selip dengan tujuan temperature kerja mesin segera tercapai, jika mesin sudah panas maka putaran mesin akan sama dengan putaran kipas sehingga suhu mesin cepat turun.

kipas jadi satu dengan mesinDisamping ini adalah mesin Innova Diesel, kipas menjadi satu dengna mesin. Model seperti ini memang menambah beban dari mesin dan konstruksinya memakan tempat yang banyak, dan saat ini perlahan-lahan sudah mulai beralih ke elektrik untuk desain yang lebih ringkas.

Elektrik fan radiator memang harganya lebih mahal di bandingkan dengan kipas yang di gerakkan oleh mesin, salah satu kerusakkan yang sering terjadi adalah pada motornya bukan pada kipasnya. Demikian sedikit tulisan mengenai eletrik fan radiaotor dan manual fan radiator semoga bisa menambah wawasan anda, silakan berkomentar di bawah ini jika ada pertanyaan maupun saran dan kritik dari tulisan ini maklum anak bengkel tidak bisa menulis dengan bahasa yang baik dan enak dibaca terima kasih.

Incoming search terms:

  • Cara manual kipas radiator
  • fungsi elektrik fan
  • kipas radiator mobil manual
  • konsep kipas elektrik dari sistem pendingin
  • pengaruh kipas radiator pindah manual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *