Strategi Nissan Untuk Meningkatkan Penjualan Di Indonesia

Posted on

MOBILUPDATE.NET – Pertumbuhan ekonomi dan peningkatkan penjualan mobil ternyata tidak serta merta di alami semua pabrikan, banyak faktor yang menyebabkan penjualan suatu produk belum optimal misalnya karena adanya kompetitor yang memiliki produk yang lebih baik dengan kisaran harga yang sama kita ambil salah satu contoh penjualan Datsun Go Panca yang mengalami penurunan setelah keluar si kembar Calya dan Sigra.

logo-nissan-motors-indonesia

Selain produk dari kompetitor faktor lainnya adalah layanan purna jual yang meliputi service, suku cadang dan juga harga kembali ketika mobil di jual. Nissan di Indonesia ingin memperkuat pelayanan purna jual mereka saat ini untuk meningkatkan penjualan mereka. Menurut catatan Gaikindo penjualan Nissan dari Januari – Oktober 2016 hanya 11.895 unit jika kita bandingkan dengan merek lain misalnya Honda yang menjual 17.337 unit dari Januari sampai November 2016 hanya dari satu varian yaitu All New Honda Jazz.

Layanan purna jual memang menjadi masalah krusial saat ini, podusen memiliki mobil bagus tetapi ketika sampai di customer dan waktunya melakukan perawatan atau perbaikan konsumen bingung apalagi jika tidak di dukung sistem waranty yang memudahkan para konsumen serta ketersediaan stock spare part. Kita ambil contoh di sebuah kota Malang Jawa Timur yang merupakan terbesar kedua di Jawa timur, jika anda memiliki mobil Toyota anda di sana ada 3 dealer resmi belum lagi cabang pembantu, Honda ada 3 cabang juga, Nissan hanya satu. Mungkin karena penjualan Nissan di sana tidak banyak sehingga cukup untuk satu bengkel.

Honda bisa di bilang gencar melakukan perbaikan layanan purna jual, jika kita melihat kembali sekitar 10 tahun ke belakang dealer dan bengkel Honda mungkin hanya 1 dalam satu kota itu pun kota besar tapi sekarang Honda gencar membangun pondasi layanan purna jual mereka sehingga penjualan produknya pun bisa meledak di pasaran (baca penjualan Honda tahun ini disini)

Menurut Davy T Julian selaku Vice President Director of Marketing and Sales PT.Nissan Motors Indonesia mengakui bahwa Nissan belum optimal di Indonesia, karena konsumen saat ini lebih pintar dalam mendapatkan informasi di bandingkan 10-15 tahun ke belakang.

Layanan purna jual memang memerlukan edukasi mualai dari mulai seorang pelanggan mendapatkan mobilnya,misalnya mengenai informasi perkiraan biaya service sekian, jika melakukan proses klaim seperti ini, jika mau service kesini dan semua hal yang berhubungan dengan keperluan setelah pembelian harus di jelaskan oleh wiraniaga. Dengan demikian para pembeli produk merasa terlindungi dan di mudahkan serta tidak khawatir jika terjadi apa-apa dengan mobilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *